{"id":1927,"date":"2025-04-24T02:42:04","date_gmt":"2025-04-24T02:42:04","guid":{"rendered":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/?p=1927"},"modified":"2025-04-24T02:42:05","modified_gmt":"2025-04-24T02:42:05","slug":"karya-ilmiah-copernicus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/","title":{"rendered":"Karya Ilmiah Copernicus"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya Ilmiah Copernicus ini merupakan salah satu tonggakan penting dalam suatu sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam sebuah bidang astronomi serta filsafat alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui magnum opusnya De Revolutionibus Orbium Coelestium, Nicolaus Copernicus bukan hanya menantang paradigma geosentris yang sudah mengakar kuat selama berabad-abad, tetapi juga membuka jalan bagi revolusi ilmiah yang mengubah cara pandang manusia terhadap alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemikiran Copernicus yang menyatakan bahwa matahari, bukan bumi, merupakan suatu pusat tata surya (heliosentrisme) menjadi dasar dari banyak penelitian astronomi modern, dan secara signifikan mempengaruhi tokoh-tokoh besar setelahnya seperti Galileo Galilei dan Johannes Kepler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontribusi Copernicus dalam sebuah bentuk karya ilmiah tidak hanya mencerminkan keberanian intelektual, tetapi juga kedalaman analisis matematis serta astronomis yang luar biasa untuk masanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini kami akan membahas secara komprehensif isi, struktur, dan pengaruh Karya Ilmiah <a href=\"https:\/\/www.copernicus.eu\/en\">Copernicus <\/a>terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam konteks kajian ilmiah kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Karya Ilmiah Copernicus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1861\" srcset=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-1024x683.png 1024w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-300x200.png 300w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-768x512.png 768w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-1536x1024.png 1536w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22-550x367.png 550w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-22.png 1875w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya ilmiah Copernicus merujuk pada sebuah tulisan ilmiah yang disusun oleh Nicolaus Copernicus, seorang astronom terkemuka dari era Renaisans, yang dikenal sebagai pelopor teori heliosentris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya utamanya yang berjudul De revolutionibus orbium coelestium (Tentang Revolusi-revolusi Bola Langit), diterbitkan pada tahun 1543 dan menjadi suatu tonggak penting dalam sejarah ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam karya ini, Copernicus mengemukakan pandangan bahwa Matahari, bukan Bumi, merupakan sebuah pusat tata surya gagasan revolusioner ini yang bertentangan dengan pandangan geosentris yang dianut selama berabad-abad.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara ilmiah, karya Copernicus memenuhi kriteria dasar sebuah karya ilmiah karena disusun secara sistematis, berdasarkan dengan pengamatan langit yang mendalam, serta didukung oleh penalaran logis dan perhitungan matematis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-pale-cyan-blue-background-color has-background wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/biaya-publikasi-jurnal-copernicus\/\"> Biaya Publikasi Jurnal Copernicus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keuntungan Publikasi Jurnal Terindeks Copernicus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1864\" srcset=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-1024x683.png 1024w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-300x200.png 300w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-768x512.png 768w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-1536x1024.png 1536w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25-550x367.png 550w, https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-25.png 1875w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Meningkatkan Reputasi Akademik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu kamu ketahui mempublikasikan artikel di jurnal yang terindeks Copernicus dapat membantu memberikan nilai tambah bagi reputasi peneliti dan institusinya. Karena platform Copernicus ini diakui secara global oleh komunitas ilmiah, keberhasilan ini menunjukkan bahwa riset yang dilakukan memiliki kualitas dan relevansi yang baik, tentu dengan cara yang bersahabat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Menjangkau Pembaca Global<\/strong> \u2013 Karya Ilmiah Copernicus<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila jurnal kamu masuk ke dalam indeks Copernicus, maka jurnal kamu akan memiliki visibilitas internasional yang lebih baik. Sehingga hasil riset kamu bisa diakses oleh audiens yang lebih luas di seluruh dunia, serta membantu memperluas pengaruh penelitian kamu secara positif dan ramah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Menumbuhkan Kepercayaan Akademik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan hanya itu, dengan jurnal yang sudah terbit di jurnal Copernicus, kredibilitas penelitian akan semakin diperkuat. Sehingga publikasi ini bisa menjadi sebuah sumber rujukan yang terpercaya di lingkungan akademik, serta meningkatkan kepercayaan terhadap isi riset dengan pendekatan yang terbuka dan bersahabat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Membuka Peluang Kolaborasi<\/strong> \u2013 Karya Ilmiah Copernicus<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Publikasi di jurnal bereputasi Copernicus ini juga bisa menjadi sebuah jalan bagi kolaborasi lintas negara. Peneliti lain dengan minat yang sama bisa saja tertarik untuk bekerja sama, sehingga dapat menciptakan hubungan akademik yang menyenangkan sekaligus dapat memperluas jaringan profesional secara positif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Mendukung Pendanaan dan Penghargaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa kasus, artikel yang dipublikasikan di jurnal Copernicus bisa menjadi sebuah nilai tambah saat mengajukan pendanaan riset atau ketika diajukan untuk mendapatkan penghargaan dan promosi akademik. Sehingga menjadi bukti kontribusi nyata dalam dunia ilmiah, dengan cara yang tetap ramah dan membangun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium bukan sekadar teks astronomi, tetapi juga simbol dari keberanian intelektual dalam menantang dogma yang telah mapan. Dengan memperkenalkan paradigma baru tentang semesta, Copernicus sudah memberikan warisan yang abadi bagi ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Terimakasih!<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"schema-faq wp-block-yoast-faq-block\"><div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1745462010929\"><strong class=\"schema-faq-question\">Karya apa yang diterbitkan Copernicus?<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Publikasi model Copernicus dalam bukunya\u00a0De revolutionibus orbium coelestium (Tentang Revolusi Bola-bola Langit)\u00a0, tepat sebelum kematiannya pada tahun 1543, merupakan peristiwa besar dalam sejarah sains, yang memicu Revolusi Copernicus dan memberikan kontribusi perintis bagi Revolusi Ilmiah.<\/p> <\/div> <div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1745462163220\"><strong class=\"schema-faq-question\">Copernicus setara Sinta berapa?<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Secara umum, jurnal yang hanya terindeks di Copernicus setara dengan\u00a0SINTA 4 hingga SINTA 6. Jika jurnal juga memiliki akreditasi tambahan dari ARJUNA, kemungkinan dapat mencapai peringkat SINTA yang lebih tinggi.\u00a0<br \/><\/p> <\/div> <div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1745462205926\"><strong class=\"schema-faq-question\">Berapa nilai indeks Copernicus?<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Indikator ICV merupakan penjumlahan poin yang diperoleh jurnal pada 41 kriteria evaluasi yang dikelompokkan menjadi dua komponen, yaitu \u201ckualitas jurnal\u201d dan \u201cdampak jurnal\u201d\u00a0.<\/p> <\/div> <\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karya Ilmiah Copernicus ini merupakan salah satu tonggakan penting dalam suatu sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam sebuah bidang astronomi serta filsafat alam. Melalui magnum opusnya De Revolutionibus Orbium Coelestium, Nicolaus Copernicus bukan hanya menantang paradigma geosentris yang sudah mengakar kuat selama berabad-abad, tetapi juga membuka jalan bagi revolusi ilmiah yang mengubah cara pandang manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[327,349],"class_list":["post-1927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-publikasi-jurnal","tag-copernicus","tag-karya-ilmiah-copernicus"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Admiration\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-24T02:42:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-24T02:42:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1875\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aad adji\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aad adji\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"aad adji\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383\"},\"headline\":\"Karya Ilmiah Copernicus\",\"datePublished\":\"2025-04-24T02:42:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T02:42:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/\"},\"wordCount\":655,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Tambahkan-judul-77.png\",\"keywords\":[\"Copernicus\",\"Karya Ilmiah Copernicus\"],\"articleSection\":[\"Publikasi Jurnal\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":[\"WebPage\",\"FAQPage\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/\",\"name\":\"Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Tambahkan-judul-77.png\",\"datePublished\":\"2025-04-24T02:42:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T02:42:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383\"},\"description\":\"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#breadcrumb\"},\"mainEntity\":[{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462010929\"},{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462163220\"},{\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462205926\"}],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Tambahkan-judul-77.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Tambahkan-judul-77.png\",\"width\":1875,\"height\":1250,\"caption\":\"Karya Ilmiah Copernicus\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karya Ilmiah Copernicus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Admiration\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383\",\"name\":\"aad adji\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aad adji\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/author\\\/muhammad-aad-adji-judin\\\/\"},{\"@type\":\"Question\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462010929\",\"position\":1,\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462010929\",\"name\":\"Karya apa yang diterbitkan Copernicus?\",\"answerCount\":1,\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Publikasi model Copernicus dalam bukunya\u00a0De revolutionibus orbium coelestium (Tentang Revolusi Bola-bola Langit)\u00a0, tepat sebelum kematiannya pada tahun 1543, merupakan peristiwa besar dalam sejarah sains, yang memicu Revolusi Copernicus dan memberikan kontribusi perintis bagi Revolusi Ilmiah.\",\"inLanguage\":\"id\"},\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Question\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462163220\",\"position\":2,\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462163220\",\"name\":\"Copernicus setara Sinta berapa?\",\"answerCount\":1,\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Secara umum, jurnal yang hanya terindeks di Copernicus setara dengan\u00a0SINTA 4 hingga SINTA 6. Jika jurnal juga memiliki akreditasi tambahan dari ARJUNA, kemungkinan dapat mencapai peringkat SINTA yang lebih tinggi.\u00a0<br \\\/>\",\"inLanguage\":\"id\"},\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Question\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462205926\",\"position\":3,\"url\":\"https:\\\/\\\/admirationpublisher.id\\\/blog\\\/karya-ilmiah-copernicus\\\/#faq-question-1745462205926\",\"name\":\"Berapa nilai indeks Copernicus?\",\"answerCount\":1,\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Indikator ICV merupakan penjumlahan poin yang diperoleh jurnal pada 41 kriteria evaluasi yang dikelompokkan menjadi dua komponen, yaitu \u201ckualitas jurnal\u201d dan \u201cdampak jurnal\u201d\u00a0.\",\"inLanguage\":\"id\"},\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration","description":"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration","og_description":"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...","og_url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/","og_site_name":"Blog Admiration","article_published_time":"2025-04-24T02:42:04+00:00","article_modified_time":"2025-04-24T02:42:05+00:00","og_image":[{"width":1875,"height":1250,"url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png","type":"image\/png"}],"author":"aad adji","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"aad adji","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/"},"author":{"name":"aad adji","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/#\/schema\/person\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383"},"headline":"Karya Ilmiah Copernicus","datePublished":"2025-04-24T02:42:04+00:00","dateModified":"2025-04-24T02:42:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/"},"wordCount":655,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png","keywords":["Copernicus","Karya Ilmiah Copernicus"],"articleSection":["Publikasi Jurnal"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","FAQPage"],"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/","url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/","name":"Karya Ilmiah Copernicus - Blog Admiration","isPartOf":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png","datePublished":"2025-04-24T02:42:04+00:00","dateModified":"2025-04-24T02:42:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/#\/schema\/person\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383"},"description":"Karya ilmiah Nicolaus Copernicus ini merupakan sebuah tonggak utama dalam sejarah perkembangan sains. De revolutionibus orbium coelestium...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#breadcrumb"},"mainEntity":[{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462010929"},{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462163220"},{"@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462205926"}],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#primaryimage","url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png","contentUrl":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Tambahkan-judul-77.png","width":1875,"height":1250,"caption":"Karya Ilmiah Copernicus"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karya Ilmiah Copernicus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/","name":"Blog Admiration","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/#\/schema\/person\/0e945b23eb3e4682a24037f97cdcb383","name":"aad adji","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b313961a233a38f3ed31d23858972f757d08748a34509e9115c5c5bf532d6500?s=96&d=mm&r=g","caption":"aad adji"},"sameAs":["https:\/\/admirationpublisher.id\/"],"url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/author\/muhammad-aad-adji-judin\/"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462010929","position":1,"url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462010929","name":"Karya apa yang diterbitkan Copernicus?","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Publikasi model Copernicus dalam bukunya\u00a0De revolutionibus orbium coelestium (Tentang Revolusi Bola-bola Langit)\u00a0, tepat sebelum kematiannya pada tahun 1543, merupakan peristiwa besar dalam sejarah sains, yang memicu Revolusi Copernicus dan memberikan kontribusi perintis bagi Revolusi Ilmiah.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462163220","position":2,"url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462163220","name":"Copernicus setara Sinta berapa?","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Secara umum, jurnal yang hanya terindeks di Copernicus setara dengan\u00a0SINTA 4 hingga SINTA 6. Jika jurnal juga memiliki akreditasi tambahan dari ARJUNA, kemungkinan dapat mencapai peringkat SINTA yang lebih tinggi.\u00a0<br \/>","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462205926","position":3,"url":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/karya-ilmiah-copernicus\/#faq-question-1745462205926","name":"Berapa nilai indeks Copernicus?","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Indikator ICV merupakan penjumlahan poin yang diperoleh jurnal pada 41 kriteria evaluasi yang dikelompokkan menjadi dua komponen, yaitu \u201ckualitas jurnal\u201d dan \u201cdampak jurnal\u201d\u00a0.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1929,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1927\/revisions\/1929"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/admirationpublisher.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}