Press ESC to close

Cara Melihat H Index Scopus

Cara Melihat H Index Scopus merupakan langkah penting bagi para peneliti yang ingin mengevaluasi dampak dan produktivitas publikasi ilmiahnya.

Sebab H-index sendiri adalah metrik yang mengukur jumlah publikasi seorang peneliti serta jumlah sitasi yang diterima, sehingga memberikan gambaran mengenai kontribusi akademiknya dalam suatu bidang keilmuan.

Indikator ini banyak digunakan dalam dunia akademik untuk menilai kualitas dan relevansi penelitian berdasarkan dengan jumlah kutipan yang diperoleh dari sumber-sumber yang terpercaya.

Sebagai salah satu basis data ilmiah terbesar, Scopus menyediakan fitur yang memungkinkan para pengguna untuk melihat H-index dengan mudah.

Dengan memahami cara mengakses dan menganalisis H-index di Scopus, peneliti dapat mengukur perkembangan karier akademiknya, membandingkan produktivitas dengan rekan sejawat, serta merancang strategi untuk meningkatkan dampak publikasi.

Pengertian H-Indeks

Sebelum ke pembahasan utama yaitu cara melihat h index scopus, yuk kita kenali bersama apa itu h index. H-Index atau Indeks-h merupakan sebuah tolak ukur bagi para akademisi baik itu dosen ataupun peneliti pada saat mengembangkan hasil karya penelitian dan keilmuan mereka.

Karya keilmuwan seorang akademisi antara lain bisa berupa hasil dari penelitian yang sudah dilakukan dan dipublikasikan kepada masyarakat, hak paten atau HKI atau kepanjangan Hak Kekayaan Intelektual serta artikel-artikel yang diseminarkan dalam bentuk karya tulis ilmiah, entah itu Seminar Nasional maupun Internasional.

Nah sudah sewajarnya apabila kita kenali terlebih dahulu sejarah H indeks sebelum mempelajari cara mencari H indeks scopus. H-index ini pertama kali digagaskan oleh seorang fisikawan dari sebuah perguruan tinggi di California, San Diego USA, yang bernama Jorge E Hirsch sekitar tahun 1985.

Menurut Jorge cara ini dianggap sebagai cara yang paling efisien untuk menilai sebuah kinerja dari seorang akademisi untuk saat ini. Namun perlu kita semua ketahui bahwa h-index ini masih terdapat kekurangan dalam validitasnya, misalnya seperti rentan terhadap manipulasi sitasi pribadi (self-citation).

Bahwasannya, H-index sering juga disebut dengan Hirsch Index atau Hirsch Number ini bisa kita dapatkan pada media pengindeks publikasi ilmiah seperti: Scopus, SINTA, Google Scholar, Portal Garuda, CrossRef, DOAJ (Directory of Open Access Journals), BASE (Bielefeld Academic Search Engine), ISJD, ISJD, EBSCO, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: EBSCO Journal Search

Cara Melihat H Index Scopus

1. Masuk ke Akun Scopus

    Nah untuk mulai melihat H index, pastikan kamu sudah memiliki akses ke dalam platform Scopus. Apabila kamu belum memiliki akun, maka kamu bisa membuat akun atau mengaksesnya melalui institusi yang menyediakan akses kepada para penggunanya, seperti universitas atau lembaga penelitian.

    2. Cari Profil Peneliti – Cara Melihat H Index Scopus

      Setelah masuk ke dalam Scopus, cari profil peneliti yang ingin kamu lihat H index-nya. Kamu dapat melakukannya dengan menggunakan fungsi pencarian di Scopus. Cukup ketikkan nama peneliti pada kolom pencarian yang tersedia. Apabila peneliti tersebut sudah terdaftar di Scopus, maka profil mereka akan muncul dalam hasil pencarian.

      3. Pilih Profil Peneliti yang Tepat

        Setelah menemukan hasil pencarian, pastikan kamu sudah memilih profil peneliti yang sesuai. Terkadang ada beberapa peneliti dengan nama yang mirip, jadi pastikan kamu memilih yang memiliki afiliasi yang sesuai dengan yang kamu cari. Profil peneliti di Scopus biasanya akan mencantumkan informasi seperti institusi tempat mereka bekerja, daftar publikasi, dan jumlah kutipan.

        4. Cek H Index di Profil Peneliti – Cara Melihat H Index Scopus

          Begitu kamu mengakses profil peneliti, maka kamu akan melihat berbagai statistik publikasi dan kutipan mereka. Salah satu indikator yang akan terlihat adalah H Index. H index biasanya tercantum dengan jelas pada bagian atas profil, bersama dengan total jumlah publikasi dan total kutipan yang diterima.

          5. Menganalisis H Index

            H index yang tinggi menunjukkan bahwa peneliti tersebut tidak hanya produktif, tetapi juga karya-karya mereka diakui dan banyak dikutip oleh para peneliti lain. Sebaliknya, H index yang rendah bisa menunjukkan bahwa meskipun peneliti mungkin menghasilkan banyak karya, dampaknya belum cukup signifikan dalam bidang keilmuannya.

            Mengapa H Index Penting?

            Sebab H index dapat membantu para peneliti, universitas, dan lembaga penelitian dalam menilai sebuah kualitas dan dampak dari publikasi ilmiah.

            Sehingga dapat berguna dalam berbagai konteks, mulai dari pengajuan hibah penelitian, penilaian kinerja akademik, hingga promosi atau posisi jabatan di institusi akademik.

            Dengan mengetahui H index, kamu dapat melihat apakah karya ilmiah kamu sudah mendapat pengakuan yang cukup luas di komunitas ilmiah.

            Kesimpulan

            Melihat H index di Scopus adalah langkah penting bagi peneliti untuk mengevaluasi produktivitas dan dampak dari penelitian mereka. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, kanh dapat dengan mudah mengakses informasi H index dan menganalisis kontribusi kamu dalam dunia ilmiah. Terimakasih!


            FAQ

            Bagaimana menghitung h-index Scopus?

            Bagaimana cara menghitung H Index? h-index dapat dihitung secara manual dengan melihat jumlah sitasi/kutipan dari semua paper/makalah yang diterbitkan oleh seorang akademisi.

            Berapa skor H indeks yang baik?

            Menurut Hirsch, seseorang dengan 20 tahun pengalaman penelitian dengan indeks h 20 dianggap baik, 40 hebat, dan 60 luar biasa. Namun mari kita bahas lebih detail dan lihat apa arti indeks-h yang baik dalam kaitannya dengan bidang penelitian dan tahap karier Anda.

            Berapa indeks H yang baik pada Scopus?

            Sekarang mari kita bahas angka: h-index apa yang dianggap baik? Menurut Hirsch, seseorang dengan pengalaman penelitian selama 20 tahun dengan h-index 20 dianggap baik , 40 dianggap hebat, dan 60 dianggap luar biasa.

            Tinggalkan Balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *